Sejatinya aku buat blog ini untuk membagi cerita tentang diriku yang mulai menjadi istri dan ibu. Bahkan aku menjadikan "ibu rima" sebagai nama di blog ini. Rencananya, blog ditulis rutin dan berisi warna-warni kehidupan sebagai seorang istri dan ibu.
Rencana tinggal rencana. Aku tak merutinkan penulisan. Semakin lama semakin jarang aku menulis blog. Alasannya? Hm... Tak adil juga cari-cari alasan. Awalnya karena aku tak punya mobile gadget untuk bisa menulis kapanpun aku mau. Begitu sudah punya pun tak lantas membuatku rajin menulis.
Aku tak mau mengambinghitamkan anakku. Tapi benar memang aku jadi tak berkesempatan menulis sejak anakku lahir. Aku fokus dengannya. Begitu banyak hal yang terjadi antara kami berdua. Begitu hendak kutuliskan, wah terlalu banyak. Yang ada malah ngantuk kecapean.
Ingin sekali menjadikan blog sebagai catatan perkembangan anak. Bisakah aku?
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 November 2010
Jumat, 12 Februari 2010
Lelaki Keduaku
Lelaki itu kupanggil Faiz. Dialah lelaki keduaku. Setiap memandangnya, perasaanku bercampur aduk. Senang, bahagia, haru, takjub. Rupa-rupa pokoknya. Apalagi jika kami hanya berdua. Wah semakin menjadi. Segala rasa muncul dan tercurah padanya.
Lelaki itu hadir setelah masa penantian nyaris tiga tahun lamanya. Ia hadir juga dengan proses yang tak mudah. Ada perdebatan, ada kesalahpahaman, ada ngambek-ngambekan, ada-ada saja.
Lelaki itu putera pertama kami, Malik Muhammad Faiz. Pemimpin yang beruntung. Itulah harapan kami seperti pemimpin para umat, nabi besar Muhammad SAW. Doa kami senantiasa menyertaimu lelaki keduaku.
Lelaki itu hadir setelah masa penantian nyaris tiga tahun lamanya. Ia hadir juga dengan proses yang tak mudah. Ada perdebatan, ada kesalahpahaman, ada ngambek-ngambekan, ada-ada saja.
Lelaki itu putera pertama kami, Malik Muhammad Faiz. Pemimpin yang beruntung. Itulah harapan kami seperti pemimpin para umat, nabi besar Muhammad SAW. Doa kami senantiasa menyertaimu lelaki keduaku.
Langganan:
Komentar (Atom)